Latest News

Purnama Yang Tak Sempurna



Bulan itu terlihat terang dikala petang. Sinarnya menerangi segenap insan di tengah kesunyian malam. Ia tak henti menerangi, walaupun ku yakin ia sebenarnya memang kan selalu bersyukur berkorban tak kenal lelah memendarkan sinarnya ke ruang-ruang gelap.

Cinta pun tak ubahnya purnama. Purnama yang selalu menerangi setiap hati umat manusia. Rasa cinta hadirnya terkadang tak dapat dinalar oleh akal, dan di visualisasikan lewat penggambaran pengelihatan.

Berbicara makna cinta tentu akan selalu menarik untuk di perbincangkan, mengingat setiap orang tentu pernah merasakan rasanya jatuh cinta. Entah itu rasa cinta karena hasrat atau cinta karena simpati.

Orang yang mencinta akan bersedia untuk berkorban, walaupun ia dihadapkan pada situasi yang kurang mengenakkan bagi dirinya. Tak peduli seletih apapun, saat anda mencinta rasa itu pun akan pudar berganti kebahagiaan yang terpancar, saat sang pecinta melihat orang yang dicintainya.

Namun hal tersebut akan berevolusi sebanding dengan hukum gravitasi yang akan semakin berdekatan/ tarik menarik saat ia juga sebanding dengan kedekatan antar kedua benda.

Cinta yang selalu berdekatan akan selalu bersemi, karena hukum gravitasi sifatnya selalu menarik saat ia berdekatan. Cinta yang selalu di usahakan untuk berdekatan, baik itu rasa, ikatan emosional, dan rasa saling peduli dan memiliki tentu akan semakin besar pula gaya gravitasi di antara keduanya. Namun hal tersebut akan bertolak belakang saat rasa emosional, dan ingin dekat disingkirkan dengan apapun caranya.

Ikatan cinta ini akan semakin terkikis dengan sendirinya, saat antara pasangan yang satu dengan yang lainnya mulai menunjukkan rasa kecurigaan dan “pengingatan” terhadap masa lalu yang kelam. Apapun akan disangkut pautkan, saat Anda melakukan pengingatan masa lalu yang kelam terhadap pasangan anda. kecurigaan yang selalu di pelihara dan membuncah dikala pasangan anda melakukan miss persepsi dengan diri anda. Miss persepsi dimana pasangan yang satu hendak melakukan sesuatu yang tujuannya membantu, justru dipandang sebagai salah satu tindak “makar” cinta.

Hal inilah yang terkadang membuat gaya gravitasi cinta itu seakan menjauh, karena pasangan yang satu enggan untuk memperbaiki miss-persepsi. Dan justru melakukan tindak penghakiman terhadap pasangan yang lain dengan mengulang-ulang kejadian yang tidak diinginkan di masa lalu.

Sebuah cinta yang di bangun dengan ketidak percayaan terhadap pasangan tentu akan sulit berjuang di tengah keterbatasan. Namun jika keterbatasan dan rasa kepercayaan tersebut selalu di asah, maka perjuangan untuk menuju kebersamaan yang hakiki akan dapat terwujud.

Purnama yang bulat sempurna akan semakin indah dikala hadirnya turut membersamai cinta yang selalu diperjuangkan di tengah badai kegelisahan akan perpisahan. Jadilah purnama yang sempurna untuk menerangi hati yang selalu anda cinta. Karena cinta yang sempurna ibarat purnama itu tak akan datang sesering malam yang menggantikan siang. Dan sempurnakanlah purnama cinta itu atas ketidaksempurnaanya yang tak begitu indah dipandang, dan dirasa. Karena kamu adalah sang penyempurna purnama itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dunia Psikologi dan Fenomena Sekitar Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Gambar tema oleh Goldmund. Diberdayakan oleh Blogger.