Latest News

Hoax Itu Menyenangkan!


Assalamualaikum... selamat sore semuanya... kita berjumpa lagi di portal psikologi kesayangan kita, lautanpsikologi.com. Nah, kali ini saya akan menuliskan artikel tentang serba-serbi hoax. Tentunya ditinjau dari segi psikologi seseorang ya... Postingan ini akan menunjukkan bahwa keilmuan psikologi ini sangat luas. Selama ada manusia, di situ tentu ada penjelasan-penjelasan psikologinya dari segi perilaku, sikap, agresi, keputusasaan, dan lain-lainnya. Mari kita bahas.

Kita mulai dari pertanyaan pertama: Mengapa orang membuat hoax? Setidaknya, ada tiga alasan mendasar yang menyebabkan seseorang membuat berita hoax.

1. Ada alasan politik tertentu

Manusia adalah makhluk yang terikat dengan segala sesuatu. Lalu, manusia akan membuat simbol-simbol dan mengaitkan dirinya dengan simbol-simbol tersebut. Kemudian manusia tersebut akan mengajak manusia-manusia lainnya untuk mengaitkan dirinya dengan simbol-simbol yang sama. Dan itu akan membuat dirinya kuat karena merasa dirinya sama dengan yang lainnya dan antar mereka akan saling menguatkan. Di sini kita akan membahas sekilas tentang kajian psikologi dan simbologi.

Berita-berita hoax laksana mantra-mantra yang mengaitkan manusia-manusia pada satu simbol yang sama. Ketika seseorang menemukan suatu hoax yang sesuai dengan keyakinannya, dia akan memegang hoax tersebut erat-erat dan 'memusuhi' siapapun yang mengatakan bahwa selama ini yang dia percayai adalah suatu hoax. Ketika ini terjadi, maka alasan politik sang pembuat hoax itupun sudah tercapai, demi memperbanyak pengikutnya dan menguatkan keyakinan pengikutnya dengan hoax-hoax.

2. Salah sangka

Masih ingat ketika beberapa hari lalu ramai di media sosial tentang seorang penceramah yang mengatakan bahwa bumi itu datar?

Apakah orang tersebut 'salah' ketika mengatakan bahwa bumi itu datar?

Tentu saja kita akan dengan cepat bahwa pendapat itu salah karena sejak dari Sekolah Dasar, kita sudah 'didoktrin' bahwa bumi itu bulat, dengan penjelasan-penjelasan yang tidak kita pahami 100%. Dan kita pun meyakini hal tersebut. Lalu, bagaimana kalau ada orang mengatakan sesuatu yang kita sendiri belum tau penjelasan tentang hal tersebut?

Manusia cenderung melakukan prasangka-prasangka di sepanjang kehidupannya. Tak ada manusia yang lepas dari melakukan prasangka-prasangka. Kadangkala prasangka tersebut adalah sesuatu yang benar dan kadangkala prasangka tersebut adalah sesuatu yang salah. Begitu juga dengan berita-berita hoax yang timbul dari salah sangka. Mengapa manusia 'senantiasa' membuat prasangka? Manusia adalah makhluk yang unik. Dia tidak akan tinggal diam saja ketika ada suatu hal yang 'menggelitik' rasa ingin taunya. Apalagi terhadap segala peristiwa yang sesuai dengan keyakinannya walaupun bertentangan dengan pendapat umum. Ketika hal tersebut terjadi, manusia tersebut cenderung untuk menyebarkan 'penemuannya' tersebut dengan segera dan tanpa melakukan 'penelitian' terlebih dahulu.

3. Iseng

Orang yang tidak melakukan apa-apa, atau merasakan kejenuhan dan kebosanan pada rutinitasnya, cenderung memiliki keisengan untuk membuat berita hoax. Pada awalnya, mungkin pelaku tidak memikirkan dampak yang akan terjadi dari sikap isengnya tersebut. Namun, ketika berita hoax tersebut menjadi viral, terkadang pelaku akan merasa bersalah atas tindakan keisengannya tersebut. Kemudian cemoohan akan terus berdatangan ketika netizen mengetahui siapa orang yang membuat berita hoax tersebut. Lalu pelaku akan dihinggapi rasa bersalah yang sedemikian hebatnya dan tak kuasa lagi menatap matahari pagi yang beriringan dengan cemoohan-cemoohan baru. Lalu pelaku akan... (kalian sudah tau lanjutannya)

Lantas, Mengapa Orang-orang Menyebarkan Berita Hoax?

Alasan orang-orang menyebarkan berita hoax sama dengan alasan orang-orang membuat berita hoax. Ada yang menyebarkannya karena merasa sesuai dengan yang selama ini diyakininya, ada yang salah sangka, ada pula yang iseng. Tapi, sebagian besar berita hoax tersebar adalah karena 'mayoritas netizen adalah orang-orang panik ketika menemukan sesuatu yang kontroversial'. Jadi, ketika kamu menemukan sesuatu yang membuat panik, tetap tenang, dan berpikirlah.

Jadilah Netizen yang Cerdas

Sekarang tentu bukan zamannya lagi menjadi manusia yang tidak cerdas. Apalagi sebagian besar masyarakat Indonesia sudah terkoneksi dengan internet. Apalagi dengan smartphone yang makin hari semakin canggih dan semakin murah tarif internetnya (bandingkan dengan zamannya beli paketan opera mini dan mig33). Google belum diblokir kan? Nah, manfaatkanlah fasilitas gratis yang disediakan oleh Google untuk mengklarifikasi berbagai hoax yang banyak beredar di masyarakat. Saya jadi teringat dengan beberapa lirik lagu Mahasiswa Fisipol yang bernada seperti lagu Cucak Rowo: Fisipol mahasiswa Fisipol... Jangan seperti cangkir menganga... Hanya siap diisi tanpa filterisasi.. Fisipol.. Fisipol.. Fisipol...

Sekian dari saya. Terima kasih...

Sumber gambar: www.fanpop.com

16 komentar:

  1. Luar biasa, Mas. Cepat sekali menulisnya. Jangan-jangan pernah riset sebelumnya ??

    Manusia, bagaimanapun memiliki persepsi masing-masing terhadap suatu objek, dan ketika ada satu berita yang sesuai, atau setidaknya mendekati persepsi itu. meskipun bohong dan tidak masuk akal sekalipun.
    Wuhh, langsung seperti mendapat dukungan dari semesta.

    itulah mengapa penyebar berita hoax lebih cepat dari cahaya.


    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaaa... terima kasih pujiannya mas andika. Nggak riset2 juga sih. Cuma inget2 aja pelajaran di kampus.

      Hapus
  2. jadi intinya.
    semakin canggihnya teknologi, maka semakin pula netizen terbodohi gitu?
    jadi inget ada yg share berita terus ada tulisannya "like dan share maka kamu akan masuk surga."
    masyallah
    sekilas emang iya sih, tapi bener pada paragraf terakhir kalau "jadilah netizen yang cerdas"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha... masih percaya aja sama like and share masuk surga

      Hapus
  3. hmm....jadi tadi nyebar hoax itu krn alasan yang nomor berapa ya kira-kira??? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mmmm
      Maaf
      Siapa ya
      Mungkin anda salah orang

      Hapus
  4. Wah, keren!
    Yuk jadi netizen sekaligus konsumen yang cerdas dan ngga lupa untuk 'kroscek' atau klarifikasi dulu sebelum publikasi 👏😆

    BalasHapus
  5. Ngomong2 soal berita hoax jadi teringat dengan isi grup sebelah😂 Menurut saya sih berita hoax itu dibuat oleh orang yg sok tau untuk mengerjar viral *mungkin* ya maka daripada itu jadilah netizen yg cerdas jangan asal share berita yg gak jelas kebenarannya :D

    BalasHapus
  6. Keren sekali mas ulasannya. Mas zaini sih gak sembarabg blogger ini. Kasi topik dikit, langsung dalam ulasannya. #inspiratif

    BalasHapus
  7. dl ada tuh yg nyebar selebaran pake ngancam klo gak sebar mimpi buruk. hrs blajar cerdas

    BalasHapus
  8. Jadi kemarin share berita hoax cuma karena iseng kan? Ya kan? Berita hoax harusnya jangan dikasih panggung, kalo jadi viral banyak orang yg dirugiin

    BalasHapus
  9. Ponsel semakin canggih tapi tak semua manusianya terupgrade. Saya punya grup WA yang ada satu anggotanya sering membagi berita hoax. Capek juga mengingatkan tetapi karena beliau sudah sepuh dan sangat aktif - juga pendidikan rendah tapi PD - kami mencoba mengerti dan langsung menjawab itu hoax.
    Eh kok malah curcol... hahaha

    BalasHapus
  10. Waah Mas Zaini, sering-sering iseng deh. Tulisannya kece euy.Hehehe..
    Gak nyangka, semakin canggih tehnologi, semakin pintar jg org mencari celah untuk hal-hal yg merugikan orang lain.

    BalasHapus

Dunia Psikologi dan Fenomena Sekitar Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Gambar tema oleh Goldmund. Diberdayakan oleh Blogger.