Latest News

Ini dia Penyakit Jiwa Orang Miskin yang Ingin Kelihatan Kaya, Sebarkan!



Barangkali anda memiliki sahabat yang hobinya pamerin barang berharganya di media sosial? Saat ia beli tas langsung pamer, HP baru juga pamer, sepatu baru beli juga pamer, makan di restoran mewah pamer pula. Bahkan baru dapat om-om kaya raya pun ia tak tahan untuk tidak pamer. Sungguh menjengkelkan.

Saking noraknya foto sefie di dalam mobil dan di depan toilet mall pun ia tak segan mengunggah foto-fotonya. Namun jika ditelisik secara mendalam kepada orang yang bersangkutan, ternyata kehidupan yang ia pamerin di media sosial tidaklah berbanding lurus dengan apa yang ada di kehidupan nyata. Di media sosial ia seakan memiliki kehidupan glamor nan mewah, akan tetapi ternyata mereka bukanlah orang yang tergolong kaya raya. Justru mereka adalah orang yang bisa di bilang dari kasta golongan menengah ke dobel bawah.

Jika anda pernah menemui hal yang seperti itu pada diri teman anda, berarti mereka terkena penyakit kejiwaan yang bernama social climber.

Apa itu penyakit Social Climber?
Untuk suatu perilaku social climber ini pada dasarnya adalah sebuah perilaku yang dilakukan oleh orang lain untuk dapat terlihat meningkat status sosialnya. Ia pun dapat melakukan beragam hal agar mendapatkan sebuah pengakuan status sosial di dunia sebenarnya.

Biasanya orang yang mengalami perilaku social climber ini memiliki gaya hidup yang kecendrungan lebih glamour dan ingin selalu tampil mewah nan wah. Sebab dengan mereka bergaya seperti itu, ia memiliki harapan untuk mendapatkan sebuah sematan orang kaya dari orang lain, walaupun harus diakui apa yang ia pamerkan di media sosial tak seperti apa yang sebenarnya di media sosial.

Memang bukanlah menjadi persoalan jika seseorang tersebut ingin diakui sebagai orang berada, akan tetapi untuk para social climber, mereka melakukan hal seperti itu cendrung menggunakan berbagai cara.

Biasanya mereka akan merasa tak nyaman, tak percaya diri, sampai dengan khawatir jika ia tidak diterima dilingkungannya dengan tidak berpenampilan glamour. Akibat daripada itu akhirnya mereka melakukan berbagai macam cara agar dapat tampil mewah. Bahkan sampai dengan perbuatan kriminal.

Social climber sangat berbeda dengan orang kaya dalam artian sebenarnya, dimana orang kaya yang sebenarnya telah melalui sebuah proses yang panjang dan juga penuh dengan perjuangan. Sehingga biasanya orang yang kaya beneran lebih kalem dan juga terlihat lebih sederhana walaupun ia memiliki uang yang lebih banyak daripada orang kaya yang abal-abal seperti social climber. Hal ini seperti yang terlihat pada kunjungan istri bill gate beberapa hari yang lalu dimana kesederhanannya bahkan ia terlihat lebih sederhana di bandingkan dengan karyawan honor yang hanya bergaji UMR.

Dan pada akhrnya untuk menghindri dari munculnya benih-benih gangguan socil climber sebaiknya peran dari keluarga dan orang tua sangatlah penting. Ajarkan anak kesederhanaan dan keteladanan untuk tulus ikhlas dalam bergaul. Ajari mereka kejujuran dalam berbuat dan berprilaku, sehingga menghindari mereka dari pergaulan yang mengedepankan asas hartawi dan kekayaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dunia Psikologi dan Fenomena Sekitar Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Gambar tema oleh Goldmund. Diberdayakan oleh Blogger.