Inilah Sebab Pentingnya Mengasuh Dan Membina Buah Hati - Dunia Psikologi dan Fenomena Sekitar

Latest News

Inilah Sebab Pentingnya Mengasuh Dan Membina Buah Hati

Ada satu topik yang saat ini menjadi urgen, akan tetapi tidak banyak yang konsen didalamnya. Sebuah topik yang dari zaman manusia diciptakan ia akan selalu penting untuk dimiliki dan digunakan. Topik tersebut adalah parenting, dimana kata parenting sendiri diartikan sebagai sebuah proses pembelajaran interaksi orang tua terhadap anak-anaknya.

Interaksi antara orang tua dan anaknya meliputi aktivitas memberi makan, pakaian, melindungi anak saat bertumbuh kembang, serta yang paling penting adalah aktivitas memberi petunjuk dalam kehidupan. Suatu kali saya melihat video yang begitu menyayat hati. Dalam video yang berdurasi pendek tersebut adalah seorang ibu yang menyiksa anaknya berkali-kali. Mulai dari menyiram dengan air panas, sampai dengan menampar dan menendang begitu saja.

Padaha ia adalah buah hatinya sendiri. Dan usut punya usut tak disangka ia kesal lantaran sang Suami cuek terhadap dirinya. Pun lain lagi seorang ayah yang tega membunuh buah hatinya, hanya disebabkan karena sang anak nangis minta dibelikan sesuatu. Kejadian-kejadian tersebut memberikan sebuah warning bagi kita, bahwasanya pendidikan parenting begitu pentingnya sebelum dua insan menjalankan pernikahan.

Untuk menjadi ahli IT membutuhkan 4 tahun pendidikan, untuk menjadi seorang ahli ekonomi membutuhkan 4 tahun pendidikan bahkan sampai dengan 9 tahun jika ia mengambil strata 3. Maka begitu pula dengan parenting yang membutuhkan pendidikannya. Karena parenting adalah sebuah ilmu yang kegunannya digunakan sepanjang kehidupan.

Memang terkadang mencari ilmu itu tidaklah gampang. Ia membutuhkan waktu, tenaga, dan juga biaya. Karena itu semua adalah bagian dari ibadah kita sekaligus rasa syukur kita. Bukankah memberikan kebermanfaatan pada sesama itu adalah sebuah ibadah dan berkah? terlebih ketika ibadah yang kita lakukan mendapatkan berkah, tentunya hati akan merasa tentram dan muncul rasa kebahagiaan yang haqiqi.


Dalam beberapa penelitian yang dilakukan oleh para ahli psikologi menyatakan bahwasanya, memberi adalah salah satu metode untuk menumbuhkan rasa kebahagiaan, kebermaknaan dalam hidup. Bahakan dengan memberi manfaat, seseorang akan muncul daya kreatifnya. Dan kabar baiknya hal terdekat memberi sesama adalah dengan memberikan pengasuhan yang baik pada anak kita.

Perhatikan masa pertumbuhannya, karena dalam masa pertumbuhan kita akan melihat banyak sekali keajaiban dari Allah yang dapat kita pelajari sehingga dapat mengambil hikmah daripadanya. Memperhatikan tumbuh kembang anak juga akan membawa kita pada rasa sayang dan berarti dalam hidup ini. Menurut Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K) seorang spesialis anak dan juga tumbuh kembang anak, menyatakan bahwasannya dalam perkembangan anak meliputi kemampuan motorik halus, motorik kasar, personal-sosial, bahasa serta kemandirian. Dalam pemantauan ia juga menyarankan waktu terbaik dalam memantau adalah sebulan sekali.

Bertumbuh kembang dengan baik, akan membawa anak kita pada efek domino positif di masa yang akan datang. Karena ia adalah generasi penerus keturunan kita, sekaligus pembawa estafet kejayaan Agama dan bangsa.



Mungkin ada banyak sekali buku-buku atau content parenting yang bisa kita pelajari sebagai bahan referensi. Beberapa situs yang bisa anda lihat berkaitan dengan topik-topik parenting misalnya
1. www.psikoma.com
2. id.theasianparent.com
3 www.ayahbunda.co.id
4. www.parenting.co.id
5. www.lautanpsikologi.com

Adapun referensi buku yang bisa anda miliki untuk memahami bagaimana fungsi keluarga dan juga parenting diantaranya adalah sebagai berikut

1.  Media Moms And Digital Dads

Inilah Sebab Pentingnya Mengasuh Dan Membina Buah Hati

Yalda T. Uhls sendiri adalah seorang psikolog yang konsen di bidang media dan anak. Pengalaman panjangnya di dunia media sebagai seorang eksekutif studio di film Hollywod, disertai ilmu yang ia miliki ia mantap untuk menulis dan menularkan ilmunya. Ia merupakan ibu dari dua orang anak remaja yang tumbuh di era digital saat ini.

Buku ini mengajarkan para orang tua bagaimana media sosial dapat dijadikan sebagai sebuah media untuk mengasah tumbuh kembang anak, pola pikir anak, serta kemampuan sosial anak. Tak hanya itu saja, buku ini juga memberikan kita panduan bagaimana menyikapi penggunaan media dengan baik dalam membantu tumbuh kembang anak.

2. Im Gifted, So Are You

I Am Gifted, So Are You
Buku Im Gifted, So Are You adalah buku yang menjadi refleksi dari pengalaman penulis sendiri. Ada pepatah yang mengatakan bahwasanya pengalaman adalah guru terbaik, oleh karenanya buku ini sangatlah bermanfaat bagi pengasuhan para ayah bunda di mana pun berada.

Buku ini memberitahukan kita bahwa menjadi jenius adalah kesempatan dari setiap anak. Bukan anak-anak tertentu saja. Anak kita pun dapat menjadi jenius seperti kebanggaan dan impian kita sebagai orang tua. Dan buku inilah yang akan mencerahkan kepada kita mengenai hal itu semua.

3. How To Deal With Your Child

http://bit.ly/2u9t2ot

Buku How to deal with your child ini adalah memberikan anda pemahaman yang sangat penting bagi hubungan antara orang tua dan anak. Buku ini sendiri di tulis oleh seorang psikolog yang sangat konsen di bidang pendidikan dan anak. Buku ini membimbing kita untuk menjaga kedekatan serta hubungan baik hingga anak sampai dewasa kelak.

Masih banyak buku-buku yang mengajarkan kita terkait parenting. Mengingat begitu pentingnya ilmu ini seyogyanya kita dapat terus belajar, karena belajar tidak mengenal kata waktu dan usia. Ia selalu berjalan beriringan sepanjang zaman hingga kita menutup usia. Semoga kita menjadi orang tua yang selalu dapat bermanfaat bagi buah hati kita dan orang di sekitar kita. Wallahualambishoab.

Untuk pemesanan buku serial parenting dapat langsung melalui Direct Massage Dunia Parenting Indonesia atau ke link berikut ini --> http://bit.ly/2u9t2ot




No comments:

Post a Comment

Dunia Psikologi dan Fenomena Sekitar Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Goldmund. Powered by Blogger.