Latest News

Balada Krisi Kepercayaan Di Negeri Ini

Suatu hari unyil mencoba untuk membagikan buku yang baru saja ia tulis ditulis. Buku yang berjudul "nganu" dibagikan sebagai wujud usaha untuk memberikan wawasan dalam dunia literasi di abad Millenials dan Gen-z saat ini. Satu persatu kolega di hubungi untuk menanyakan alamat dan nomer yang dapat dihubungi agar barang dapat dikirikmakan. Hal yang menarik adalah tanggapan antara satu orang dengan orang yang lain sangatlah berbeda.

Kolega yang satu merasa senang dan terhormat, sementara kolega yang satu menelisik secara mendalam dengan tanggapan yang, ehmm cukup buat elus dada. Ingat ya dada sendiri saja yang di elus jangan milik orang lain, apalagi pasangan orang upss. hehehe. Dapat dipastikan mereka yang senang hati dan merasa terhormat berimbas pada rasa semangat untuk semakin memberikan yang terbaik lewat karya ataupun apapun itu. Disatu sisi, kolega yang lain justru menanyakan, emmm itu apa ya, itu maksudnya apa yaa... bayar tidak, hingga nanti ya (tititititi berhari-hari kemudian tidak dikabari lagi).. wow mennn.

Dua tanggapan yang menarik dan saya yakin tidak sedikit yang pernah mengalaminya. Entah tanggapan baik atau yang tidak. Kita tinggalkan yang baik, untuk mengulas yang buruk untuk diperbaiki. Minimal semoga hal yang buruk ini dapat menjadi lecutan para pembaca agar dapat selalu berbuat baik dan berprasangka baik.

Sejatinya tanggapan buruk yang dilakukan terhadap seseorang yang hendak berbuat baik, menandakan ketidakmampuan kita untuk memahami situasi dan suasana. hal tersebut saya duga terjadi akibat maraknya hal-hal yang tidak baik yang selalu kita jalani dan lewati. Misalkan saja, seseorang yang tiap harinya menipu, dan berteman dengan penipu hingga mengetahui seluk beluk penipu maka dapat dipastikan dalam fikirannya hanyalah menipu dan ditipu. Benak yang ketakutan jika ia nanti kena tipu, akhirnya membuat dirinya selalu waspada secara berlebihan hingga melekat rasa buruk sangka terhadap orang lain.

Jika sudah seperti ini akhirnya ia akan mengalami kesulitan jika berinteraksi dengan orang lain. Dampak buruk lainnya adalah jika apa yang dilakukannya menulari orang disekitarnya. Mungkin menulari keluarganya, rekannya, Rt tempatnya, hingga satu daerah tempat tinggalnya terkena wabahnya. Wabah yang sangat tidak baik dan mengancam kondisi keseluruhan bangsa kedepan.

Duh penulis lebay nih, masa hal kecil saja dapat membuat negara bahaya". Oke misalnya penulis lebay, namun coba dibayangkan, jika seluruh manusia di negeri ini saling curiga satu dengan yang lainnya. Ketakutan ditipu antara satu dengan yang lainnya. Akhirnya membuat seluruh orang berloma-lomba untuk menjaga jarak dalam berinteraksi dengan tetangganya agar ia tidak kena tipu. Bahkan sebisa mungkin ia tidak mau menerima apapun dari tetangga karena ia menakutkan jika nanti ia di tipu. Mungkin saat ia sekarat dan harus segera di bantu pun ia barangkali enggan untuk meminta bantuan, akibat ketakutan ditipu pada nantinya.

krisis kepercayaan yang melanda negeri ini memanglah sudah sangat mengakar. Hal ini disebabkan selain daripadanya krisis kepercayaan, juga disebabkan oleh perilaku kita sendiri yang seringkali menipu, baik itu keci-kecilan seperti korupsi waktu, hingga yang besar-besaran tipuannya.

Lantas bagaimanakah kita dapat memperbaikinya?

Memperbaiki suatu kondisi yang sudah laten seperti ini, memang dibutuhkan perjuangan dan usaha yang kuat. Itu pun harus semua pihak yang terlibat. Oleh sebab itu yuk mulai dari sekarang mulai dari diri sendiri, tularkan kepada keluarga dan sanak saudara untuk berbuat baik dan berusaha untuk tidak menjadi penipu. Dengan begitu kita dapat menjadi orang yang dipercaya, dan menularkan inspirasi agar orang berbuat baik dan tidak menipu diri kita.

Jika kesadaran seperti ini mulai digalakan maka Insya'Allah bangsa ini akan terbebas dari krisis kepercayaan. Jika semua orang sudah saling percaya dengan saudaranya, maka kita tinggal menunggu era kejayaan Bangsa Indonesia kedepan. Mulai dari diri sendiri, lakukan, dan buktikan. Selamat berbahagia.

Muhamad Fadhol Tamimy
penulis adalah Founder dari Lautanpsikologi dan co-founder dari www.psikoma.com Situs psikologi no 1 di Indonesia
Penulis dari Buku Sharing-mu, Personal Branding-mu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dunia Psikologi dan Fenomena Sekitar Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Gambar tema oleh Goldmund. Diberdayakan oleh Blogger.