Latest News

Meraih Motivasi Untuk Mengejar Asa Dan Memeluk Rasa




Saat kau merasa bahwa tujuanmu terlalu jauh, cobalah untuk mundur sejenak dan rangkailah cara untuk memulai dalam melangkah. Bukan untuk berdiam diri, namun untuk mempersiapkan strategi. Menyadari diri demi meraih efektifitas prestasi yang masih sebatas dalam mimpi.



Mungkin saatnya nanti ada kalanya anda merasakan, nafas yang seoalah-olah menggerogti dan habis di tengah jalan. Engkau merasa bahwa sudah waktunya tersadar, bahwa anda tidak memiliki stamina yang cukup dalam mengejar asa dan cita yang seakan semakin menjauh dan enggan untuk bertemu tatap dengan anda.Mungkin menyerah adalah langkah konkrit yang dapat dilakukan. Dan saat itulah rasionalisasi bahwa anda “manusia yang memiliki batas” akan membuncah mengiringi lemahnya harapan yang dahulu menjadi impian anda.


Tanah seakan lebih seksi ketimbang langkah menuju arah kedepan. Ia begitu lekat dan mengekang kaki anda untuk sekedar bergeser maju. Tanah pun enggan untuk melepaskan bebannya dari langkah anda.

Anda pun terjatuh. Terjatuh dan ingin berhenti dan menyerah. Namun di saat itulah fikiran membuncah, dan memecah bagai arah yang menjulurkan dua sisi mata pedang yang saling berlawanan. Jika anda menuruti maka anda kalah, namun jika anda melawan dan berusaha, anda akan menang.

Jika anda berfikir begitu, yuk mari coba berfikir ulang.

Cobalah sejenak kita berfikir, jika kita menyerah pada keadaan dan “hanya” melihat tantangan yang dihadapi besar hingga jalan yang sedang dituju sangatlah jauh. Terkhusus bagi anda yang tak mencoba berjalan melewatinya.

Namun jika anda perlahan mencoba, sedikit demi sedikit, maka hal tersebut akan membiasakan anda bahwa, ternyata tantangan yang dihadapi tadi hanya sebuah sandungan kecil yang mampu kita singkirkan.

Yakinlah bahwa, yang membuat anda takut adalah karena anda tidak pernah mencoba melakukan apapun dan langkah apapun sama sekali. Hal tersebut lebih buruk dibandingkan daripada anda tidak melakukan apapun sama sekali.

Janganlah merasa takut seberapapun jauhnya mimpi yang engkau lihat. Karena saat anda menyerah terhadap mimpi tersebut, saat itulah anda akan jatuh di lembah penyesalan tiada henti. Karena mimpimu tidak akan pernah melepaskanmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dunia Psikologi dan Fenomena Sekitar Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Gambar tema oleh Goldmund. Diberdayakan oleh Blogger.